UMMUBA Gelar Wisuda ke-4 Tahun Akademik 2025/2026, Luluskan 571 Mahasiswa
UMMUBA.AC.ID β (27/10/26) β Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA) melaksanakan Wisuda ke-4 Tahun Akademik 2025/2026 dengan meluluskan sebanyak 571 mahasiswa. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan dalam menuntaskan perjalanan akademik sekaligus mempersiapkan diri untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Pelaksanaan wisuda berlangsung dengan dihadiri sejumlah tamu undangan penting, di antaranya perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bupati Bungo, serta Wakil Bupati Bungo. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan pendidikan tinggi dan kontribusi UMMUBA dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Wisuda ke-4 ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum bagi UMMUBA untuk menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi, serta pembentukan karakter lulusan yang berintegritas dan berkemajuan.
Sebanyak 571 mahasiswa yang diwisuda diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah. Para lulusan juga diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat, baik di Kabupaten Bungo maupun di tingkat regional dan nasional.

Sebagai perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, UMMUBA terus berupaya mengambil peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui penyelenggaraan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, UMMUBA berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
Momentum wisuda ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga para wisudawan, civitas akademika, dan masyarakat yang turut mendukung perjalanan pendidikan para lulusan hingga mencapai tahap kelulusan.
Dengan bertambahnya 571 lulusan baru, UMMUBA berharap para alumni dapat menjaga nama baik almamater, terus mengembangkan kompetensi, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.
Momen Haru Mengiringi Wisuda, Almarhumah Della Palianti Tetap Diwisudakan
Di balik kebahagiaan Wisuda ke-4 UMMUBA, terselip momen haru yang menyentuh hati para hadirin. Salah satu wisudawati, Della Palianti, yang telah berpulang sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan wisuda, tetap diwisudakan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan keberhasilannya dalam menyelesaikan pendidikan.
Gelar akademik yang berhasil diraihnya menjadi bukti dari perjalanan panjang, kerja keras, dan dedikasi almarhumah selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMMUBA. Della tercatat meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,62 dengan predikat Dengan Pujian.
Dalam prosesi wisuda tersebut, ijazah dan penghargaan atas kelulusannya diwakili oleh pihak keluarga. Momen ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang mahasiswa bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang perjuangan, harapan, dan kebanggaan yang turut dirasakan oleh keluarga.
Kepergian Della sebelum sempat mengikuti wisuda secara langsung tentu meninggalkan duka mendalam. Namun, pencapaian akademik yang diraihnya tetap menjadi kebanggaan bagi keluarga dan almamater. Di tengah suasana bahagia para wisudawan yang merayakan kelulusan, kisah Della menghadirkan keheningan dan haru, sekaligus mengingatkan semua yang hadir untuk menghargai setiap proses dan kesempatan dalam menempuh pendidikan.
Della Palianti mungkin telah berpulang sebelum mengenakan toga di hari wisudanya, tetapi perjuangan dan prestasinya tetap tercatat sebagai bagian dari perjalanan akademik UMMUBA. Namanya akan selalu menjadi pengingat bahwa sebuah perjuangan tidak kehilangan makna, bahkan ketika orang yang menjalaninya tak lagi berada di tengah-tengah kita.