UMMUBA.AC.ID - (01/05/2026) Isu rencana pembubaran sejumlah
program studi (prodi), khususnya di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (FKIP), yang disampaikan oleh Badri Munir Sukoco pada 23 April 2026
dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026, menuai beragam respons dari
kalangan akademisi. Menanggapi hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Muara
Bungo (UMMUBA) menegaskan sikapnya bahwa pendidikan tetap menjadi sektor vital
yang tidak bisa dipandang semata dari sisi efisiensi kelembagaan.
Dikutip dari Dosen Program Studi
Pendidikan Biologi FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes menyampaikan
bahwa wacana penutupan prodi pendidikan harus dikaji secara komprehensif dan
berbasis data. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak dapat dilihat hanya sebagai
langkah administratif, tetapi harus mempertimbangkan dampak jangka panjang
terhadap masa depan pendidikan nasional.
“Jika rencana penutupan sejumlah
program studi dilakukan, maka hal ini perlu ditanggapi secara kritis,
proporsional, dan berbasis data. Dampaknya sangat besar terhadap pemenuhan
kebutuhan guru profesional yang merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan
FKIP UMMUBA, Diana Oktavia, S.Pd., M.A, menekankan bahwa bidang keguruan
dan pendidikan akan selalu relevan sepanjang masa. Ia menilai bahwa dinamika
perkembangan zaman justru menuntut inovasi dalam sistem pendidikan, bukan
pengurangan peran institusi pendidikan.
“Pendidikan itu dinamis, terus
berkembang. Kebutuhan akan guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas tidak
akan pernah berhenti. Di FKIP UMMUBA, kami terus menyesuaikan kurikulum dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Diana menjelaskan
bahwa program studi di FKIP UMMUBA tidak hanya berorientasi mencetak tenaga
pendidik, tetapi juga lulusan yang adaptif, mandiri, dan relevan dengan
kebutuhan industri, termasuk pendidikan vokasi seperti untuk Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK).
Sementara itu, Dekan Fakultas
Teknologi Kesehatan dan Sains (FTKES) UMMUBA, Husnil Hidayat, MT.,MM. menegaskan
komitmen fakultasnya dalam memperkuat eksistensi program studi agar tetap
relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami menegaskan bahwa program
studi tidak hanya dipertahankan, tetapi terus diperkuat agar mampu menjawab
tantangan masa depan,” ungkapnya.
UMMUBA juga menyoroti urgensi
pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Hal ini sejalan dengan
pernyataan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, yang menegaskan
bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam menciptakan kualitas sumber daya
manusia yang unggul.
“Pendidikan menjadi pilar utama,
dan di dalamnya guru memegang peran yang sangat strategis. Setiap kebijakan,
termasuk penuntasan sertifikasi guru, merupakan bagian dari upaya besar negara
dalam memastikan kualitas pendidikan yang merata dan berkeadilan,” jelasnya.
Dengan berbagai pandangan
tersebut, UMMUBA menilai bahwa kebijakan terkait penataan program studi harus
dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan,
terutama terkait ketersediaan dan distribusi tenaga pendidik.
Sebagai institusi pendidikan
tinggi, UMMUBA terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi, dengan
menghadirkan program studi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada
kebutuhan masa depan. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku
kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menjaga kualitas pendidikan nasional
sekaligus memastikan pemerataan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
(MDK)