UMMUBA.AC.ID - (29/07/25) Dalam upaya memperkuat peran perempuan dalam
pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, dosen dari Universitas
Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA) mengadakan pelatihan pembuatan eco enzyme untuk
Ibu Aisyiyah dan Panti Asuhan Aisyiyah di Kabupaten Bungo. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian
kepada masyarakat dengan fokus pada pengembangan ekonomi sirkular
berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan dan
sepenuhnya didanai oleh Dewan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Tinggi
(Diktilitbang) Muhammadiyah.
Dibawah kepemimpinan Karlinda, SKM., MKM. selaku ketua tim pelaksana, serta didukung oleh dosen anggota Apri Yulda, SKM., MKM., kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa aktif Program Studi Administrasi Kesehatan, yaitu Mutiara Ramadhani dan Icha Wieke Firnanda. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini menjadi wujud nyata sinergi kampus dengan komunitas akar rumput.

Kegiatan diawali dengan identifikasi masalah bersama pengurus Aisyiyah dan pimpinan Panti Asuhan Aisyiyah. Tim kemudian melakukan survei lapangan dan penyusunan instrumen kajian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta terkait eco enzyme. Selanjutnya, para peserta mengikuti pelatihan teknis mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi cairan eco enzyme. Dalam pelatihan, peserta diajarkan mengolah limbah organik seperti sisa buah dan sayur menjadi cairan eco enzyme yaitu produk serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, pembersih alami, dan pestisida nabati. Inovasi ini tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi yang menjanjikan.
βEco enzyme bukan hanya solusi lingkungan, tapi juga
peluang ekonomi. Dengan pelatihan ini, ibu-ibu bisa mengolah sampah rumah
tangga menjadi produk bernilai jual,β ujar Apri Yulda, SKM., MKM., dosen sekaligus pemateri dalam kegiatan pengabdian ini.
Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Pengetahuan mengenai eco enzyme meningkat dari 37,89% menjadi 75,00%, dan keterampilan teknis peserta dalam memproduksi cairan fermentasi ini naik tajam dari 32,43% menjadi 70,32%. Selain peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga membangkitkan motivasi peserta untuk memproduksi eco enzyme secara mandiri dan berkelanjutan.

βPelatihan ini membuka wawasan
baru bagi kami. Bukan hanya soal lingkungan, tapi juga bagaimana limbah rumah
tangga bisa menjadi sumber ekonomi,β ungkap salah satu peserta dari Pimpinan
Daerah Aisyiyah Bungo.
Pihak Panti Asuhan Aisyiyah juga mengapresiasi pelibatan mereka dalam kegiatan ini, menyebutnya sebagai bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan dan inklusif. Harapan besar disampaikan agar kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan hingga tahap produksi massal, membuka peluang ekonomi sirkular berbasis komunitas perempuan dan lembaga sosial.
Program ini menjadi bukti bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memberdayakan dan menumbuhkan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data, UMMUBA hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam menciptakan perubahan nyata.